Laman

Rabu, 29 Agustus 2012

Aku Butuh Jawabmu

Pagi ini aku tiba di kotamu
asing begitu terasa
baru pernah kuinjakkan kakiku di sini
di kotamu yang mestinya tak kudatangi

Tak kukirim kabar jika ku mau datang
aku pikir ini sebuah kejutan
ku hanya berbekal tanya
berbekal rasa ingin tahu tentangmu

Kukan pergi
kukan tinggalkan kotamu
tak kan kujumpai dirimu lagi
jika kudapat sebuah jawab

ku tak kan kecewa
ku tak kan bersedih,
ku tak kan teteskan air mataku untukmu

Jawabanmu menentukan langkahku
ku kan menjauh
atau ku kan mengiringi langkahmu
tuk sepanjang sisa hidupmu











Nama itu Aku Mengenalnya

Nanar mataku saat kubaca sebuah nama,
Nama yang begitu aku kenal

kenapa gundah
kenapa resah

debar hati tak terkendali
Rindu
Sayang
Cinta dan Benci
berbaur jadi satu

kamu...
yang pernah singgah di hatiku
meski sesaat
kau tlah beri warna hidupku

kini semua tlah berlalu
meninggalkan kesan
meninggalkan kenangan

hanya satu sesalku
hari ini kubaca namamu
tapi......
ku tak pernah bertemu denganmu

Selasa, 28 Agustus 2012

Fotomu Masa Laluku

aku hanya tersenyum jika aku mengingatnya
aku hanya menangis jika aku merindukannya

fotomu masih tersimpan rapi di album kenanganku
fotomu dulu saat aku masih menganggumimu

kau tak pernah tau jika aku menyimpan fotomu
dan kau tak pernah tahu jika aku menyukaimu

hari berganti hari, tahun berganti tahun
kenangan tentangmu hilang tergilas waktu

kini album kenanganku penuh debu
karna tak pernah lagi kubuka seperti dulu

hari ini, tiba-tiba saja kumengingatmu
setelah pertemuan empat hari yang lalu

kubuka lagi album kenanganku
tak ada yang berubah,
masih sama seperti dua puluh tahun yang lalu

Perlahan kututup albumku
dalam hatiku ku katakan
itu masa lalu
yang tak kan pernah bisa kembali lagi

biarlah waktu terus berlalu
dan aku akan tetap mengagumimu.





PENYESALAN

Entah apa yang ada di benakmu
saat kau melihatku
setelah sekian tahun tak bertemu

seperti ada penyesalan yang kau sembunyikan
seperti ada rindu yang kau pendam
sorot matamu menyembunyikan lara

getar-getar rasa yang tlah terkubur masa
menggelitik menyeruak dalam dada
mengganggu dan mulai mengusikku

kenapa
seharusnya kau kubenci
tapi kenapa
aku tak bisa membecimu

tak dapat kubohongi perasaanku
tak dapat kuingkari degub jantungku

Kau terpaku menatapu
seakan sesal yang ingin kau ucapkan
resah melanda
merobek jiwa angkuhmu

seandainya dulu
kau tengok sebentar hatiku
tak kan ada sesal dan kecewa
saat kau menatapku.




Kamis, 23 Agustus 2012

Terjebak di Hatimu

Aku terhempas
di relung hatimu
aku terjebak
disetiap sudut hatimu

Kemana kuharus lari
tak ada celah tuk pergi
hatimu begitu erat mendekapku
hingga terbuai kasihmu

angkuhku luluh
mungkinkah ku jatuh hati
kutepis rasa itu

semakin aku teriak....
semakin aku berontak.....
semakin erat kau memelukku

terperangkap sudah
tak berdaya
tapi
Entahlah....
ada rasa yang tak bisa kulukiskan

aku mulai merasa suka.






Rabu, 22 Agustus 2012

Rasa Syukurku

Syukurku di pagiku
setiap kali kubuka mataku

kuhela nafas
kurasakan setiap udara
yang masuk kedalam setiap relung kalbuku

aku masih ada
dan aku masih bernafas

segera kubasuh wajahku
dengan wudhuku
sujudku di sajadahku

ucap syukurku tiada henti
atas nafas, detak jantung dan nadiku
yang masih berpacu

Alhmdllh ya Robby.....
Kau masih beri kesempatan padaku di pagiku
tuk berkarya dan menikmati ciptaanMu

Tak kan pernah berhenti
ku kan selalu mensyukuri karuniaMu

Senin, 20 Agustus 2012

Pergilah

Berlalu begitu saja
Tak ada kata-kata
pergi begitu saja
tanpa sapa

aku kekasihmu
aku nafas hidupmu

Tak kupahami
kau tak disini
Tak kumengerti
kau tlah pergi

menghilang
tak ada kabar
sembunyi dari kenyataan

Pergilah
temukan yang kau inginkan
Jangan pernah kembali
Karna aku tak kan untukmu lagi


Tak Perlu Lari Dariku

Tak perlu lari dan sembunyi dariku
Aku tak kan mengejarmu
Aku akan diam di sini di tempatku
sendiri dengan kenanganku

Tak perlu pergi saat melihatku
Aku tak kan mendekat padamu
Aku akan diam dan melihatmu
sendiri dengan kesedihanku

Tak perlu berpaling kala aku memandangmu
Aku tak kan tersenyum padamu
Aku akan diam di depanmu
sendiri dengan kepedihanku

Jangan pergi , tetaplah disitu
Ijinkan aku menyusuri setiap lekuk wajahmu
Tuk kali ini saja

Jangan pergi, tetaplah disitu
Aku hanya ingin katakan
Aku tak kan mengganggumu


Minggu, 19 Agustus 2012

Akulah yang Terindah

Aku seorang Wanita
kau tahu itu
Aku sederhana tanpa permata
kau tahu itu

Tak pernah bosan kau dekati aku
Tak pernah letih kau temani aku

Jika kau menyanjungku
ku cuma tersenyum
Jika kau merayuku
ku cuma tersipu

Tak peduli aku jauh
Tak peduli ku tak bisa disentuh
Kau kan mencuri waktu 
tuk bisa bertemu denganku

Akulah wanita
yang selalu kau kagumi
Akulah wanita 
yang teramat kau cinta

Bagimu akulah yang terbaik
Bagimu akulah segalanya
dan Bagimu akulah yang terindah

Di Batas Cakrawala

Kosong
Hampa
terkatup tanpa kata
diam 
kelu tuk berkata

mata nanar menatap senja
hati gelisah 
air mata menari dipelupuk mata
berontak ingin keluar

nyeri direlung jiwa
semakin terasa
mengoyak kalbu nan lara
mungkinkah......
lusa dia akan datang

tiap senja
menanti di batas cakrawala
detik demi detik berlalu
hari berganti hari
tlah dilewati

akankah dia akan datang 
tuk peluk harapan yang tertinggal
dan kau bawa bersama mimpi yang tertunda
atau harapan tinggal harapan
tak peduli.....
ku kan setia
menantimu  di batas cakrawala

Sabtu, 18 Agustus 2012

Lewat Engkau,Tuhan.

Tuhan....
tak bisa kutahan air mata ini
saat kudengar suara takbir
kesedihanku menyusup kedalam kalbu
menggetarkan hati yang rindu

andaikan saja kau di sini
berbagi maaf dan kesedihan
ku tak kan sesedih ini

Tuhan.....
Mungkinkan dia mengingatku
atau sudah melupakanku
aku hanya ingin sampaikan maaf untuknya

seandainya engkau tahu
apa yang ku rasakan saat ini
ingin kulewati malam takbiran ini hanya bersamamu

Kuhela nafas berkali-kali
tenangkan hati...
Tuhan, sampaikan maafku padanya
atas segala salah dan kilafku selama ini
karna tuk bertemu tak mungkin
lewat Engkau Tuhan, semoga dia mau memaafkanku


Ramadhan ini Tak Seperti Dulu

Ramadhan kali ini tak seperti dulu
Sendiri dalam gema takbir
duduk ngelangut ke setahun yang lalu

dalam balutan dosa
kusujud dikakimu memohon maafmu
kucium tanganmu memohon ampunmu

kini hanya tangis penyesalan
merenda maaf
merajut ampunan
tuk jadikan syal keiklasan
kan kusematkan sebagai tanda maafku

di sudut teras aku termangu
ada salam yang menyapaku
berdesir kalbuku saat ku tahu itu suaramu

ku hanya sematkan syal keiklasanku
berharap ampunan maafmu
atas segala salah dan khilafku

walau Ramadhan ini tak seperti dulu
iklasmu melepaskan jiwa dosaku
atas ampunan dan maafmu







Jumat, 17 Agustus 2012

Wanita yang Tak Dibutuhkan Lakinya

senyum itu telah sirna
tiada lagi bahagia
diwajahnya hanya terlukis duka

luka menggores jiwa lemahnya
menghancurkan harapannya
yang tlah dibangun bersama lakinya

kesetiaan
pengorbanan
dan cintanya sia-sia

mahligai yang dibangun
dengan setiap butir kasih sayangnya
runtuh karena perempuannya

tercampakkan
terbuang
tak dibutuhkan lagi

segumpal dendam yang membara
terluka
mengerang dalam amarah

inikah balasannya
penghianatan
dan ketidakjujuran selama ini

Tak kan biarkan biduk trus berlayar
dilabuhkannya di dermaga tua
yang tak bertuan



*Teruntuk temanku Kerizt



Arti Merdeka

Sebuah kemerdekaan bagiku hanya sebuah kata
kata yang tak bermakna
Kemerdekaan itu memang sebuah kebebasan
tapi kebebasan yang seperti apa

Merdeka!!
Orang teriakan Merdeka
sudah Merdekakah?
atau hanya sebuah teriakan Merdeka saja

Merdeka harusnya bahagia
Merdeka harusnya bisa tertawa
Merdeka harusnya gak ada tangis
Merdeka harusnya tangan tak terikat

Merdeka harusnya benar-benar bebas
Jiwa tak tertekan
jiwa tak terbelenggu
Jiwa merasa tenang, nyaman, damai

Merdeka!!
teriakan Merdeka dengan senyum
senyum kebebasan bukan senyum kepalsuan

Merdeka!!
Merdekakanlah diri
bebaskan....
Lepaskan
Buang belenggu yang menjerat

Hidup Merdeka....!!!!!!!
hidup kebebasan......
hidup kemenangan....



Rabu, 15 Agustus 2012

Inilah Aku dalam Karyaku

Penat di tubuhku masih terasa
mataku masih terkantuk-kantuk
tapi kutulis dan kutulis lagi

aku hanya ingin menulis
tulisan yang bermakna
dan bisa dipahami

maknaku tak perlu bersembunyi dibalik kata
fulgar apa adanya
biar kamu tahu aku yang sesungguhnya

Tulisanku mencerminkan kepribadianku
pribadiku yang sederhana
yang katamu 'Kamu itu gak neko-neko'

Kata-katamu memberiku inspirasi
tuk menuliskan setiap kisah
disepanjang hidup yang telah kulewati

Teruntai kata demi kata
menjadikan sebuah kalimat indah
Yang terpatri dalam sebuah tulisan

Dikenang sepanjang tak tentu
Tuk mengingat dan mengenangku
Inilah aku dalam karyaku



*neko-neko = macam-macam

Aku Yakin Denganmu

Kau berdiri di hadapanku
seolah katakan 'ini aku datang untukmu'
terpaku diam membisu
tapi mataku berbinar
seolah mengatakan 'aku tahu kamu pasti akan datang'

kau ulurkan tanganmu
aku bergegas mendekat
dan memelukmu

dalam dekapmu kupejam mataku
kunikmati hangat peluk kerinduanmu
hatiku berucap 'Terimakasih Tuhan,
kau dengarkan doa-doaku selama ini,
kan ku penuhi janjiku
karna diapun telah menepati janjinya'

Aku tersenyum menatapmu
kebisuanpun luntur
tangganmu menggenggamku
seakan enggan tuk melepasku

genggamanmu mewakili sebuah jawab
'Aku datang buatmu karna aku mencintai kamu'
Terjawab sudah gelisahku
Kini aku yakin denganmu.


Hati yang Tak Cacat

Hatiku tidak tuli 
saat kau bicara tentang perasaanmu

Hatiku tidak bisu
jika harus kukatakan jujur tentang perasaanku

hatiku tidak buta 
saat aku melihat keresahan hatimu

karena hati yang tak cacat
akan mengerti dan memahami 
hati yang mestinya kau sayangi

Untuk NYI

Tuhan....
tahukah Engkau
apa yang kuraskan saat ini
aku begitu merindukannya

Tak ada yang bisa kulakukan
selain ku memohon dan berdoa kepadaMU
agar keajaiban datang padaku

Tuhan...
tahukah Engkau
apa yang kurasakan saat ini
hatiku tak menentu

Tak dapat kukatakan
selain kutulis puisi ini untuknya
agar dia tahu aku sangat menyayanginya

Tuhan....
tahukah Engkau
hari ini aku ingin bertemu
agar aku bisa melihat wajahnya

Tak dapat kulukiskan
bahagiaku bisa berjumpa dengannya
kan ku katakan padanya
Aku sangat mencintainya

Di Sujudku

Aku hanya manusia 
yang Kau cipta dari seonggok danging 
Jika tanpa kau tiupkan nafas
dan Kau beri aku jantung yang berdetak
aku bukanlah apa-apa

Dalam kelamku 
dalam hampaku 
dan 
dalam keputusasaanku
Kau tak kan pernah tinggalkanku

Peluk aku dalam sujudku, ya Alloh...
PelukMu menguatkan Jiwaku yang rapuh
Menenangkan segala gundah hatiku


Rengkuh aku dalam dekapMu, ya Alloh...
agar tangis kesedihanku segera berlalu
dan hapus air mataku dengan doa-doaMu.

Becakku Nafasku

Kau kayuh perlahan becak tua
yang telah menjadi nafasmu
sepanjang jalan yang terlewati

Berkali di tawarkan 
becak....becakkkk
tak seorangpun peduli

Tak putus asa becak terus kau kayuh
tiba-tiba roda belakang bessss.....
bocor tanpa kompromi

Pak Tua jongkok dan menghela nafas berat
bagaimana aku bisa menambalnya
sedangkan hari ini tak sepeserpun ku dapat

peluh membasahi wajahmu yang keriput
Handuk kecil lusuh yang menjadi teman setiamu
kau usapkan dengan pelan dan sabar

duduk dibawah pohon 
memandingi becak yang sudah menjadi nafasmu
haruskah nafasku terhenti disini hanya karena sebuah paku

Pak tua menunduk memandangi kerikil-kerikil kecil
dibawah kakinya yang tak beralas

Kerikil ini sudah tak membuatku sakit
kenapa hanya sebuah paku nafasku harus terhenti

Pak tua beranjak 
bediri 
dan tetap mengayuh becaknya
dalam hati berdoa
'Tuhan beri aku satu penumpang,
agar aku tetap bisa bernafas tuk keluargaku. Amin'


Selasa, 14 Agustus 2012

Aku akan teriakkan MERDEKA

Sendiri... 
Di malam KEMERDEKAAN 
Kuterpuruk di kesunyian 
tanpa bintang. 
Aku tak merdeka 
Jiwaku terbelenggu.... 
Tebelenggu rasa yang kian lama kian menyiksa. 
Antara YA dan TIDAK 
Bebaskan aku dari belenggu pesakitan. 
Bebaskan aku dari rasa yang tersimpan 
Aku ingin bebas 
Aku ingin MERDEKA! 
Aku ingin menikmati apa yang bisa aku nikmati. 
Bebaskan aku.... 
Bebaskan aku dari rantai rindu yang membelenggu. 
Bebaskan aku dari rasa takut yang selalu menjeratku. 
Aku ingin bebas..... 
Aku akan teriak MERDEKA!!!! 
Jika belenggu terlepas dari tubuhku. 
Aku akan berlari dan berlari sambil teriakkan MERDEKA!!!! 
dan merentangkan tangan penuh kebebasan. 
Aku sudah BEBAS!!!!! 
Aku sudah MERDEKA!!!!.....

Kesunyian yang Bernyanyi

Dalam sunyi yang tak bertepi 
kutemukan arti sebuah hadirmu 
kamu yang selalu ada 
disaat suka 
duka... 
Lara... 
Dan sepi yang mendera 
kau datang bagai malaikat 
menyajungku disaat bahagiaku 
mendekapku disaat sedihku 
menghiburku disaat lukaku 
kau biarkan bahumu 
tuk sejenak lepas penatku 
Kau... 
Disunyiku aku bernyanyi 
ku tak merasa kesepian 
bagiku kau bukanlah sekedar ada 
tapi sebuah simponi yang mendamaikan kalbu 
kau.... 
Jadikanlah aku lagu yang terindah buatmu.

Sang Pengagum


Maafkan jika aku terlalu memaksamu tuk bertemu
Tak kan ku utarakan apapun keinginanku
Biar kurasa sendiri....
Biar kupendam sendiri.
Aku hanyalah pengagummu
tak lebih dari itu
Tak kan kulabuhkan hatiku di tepi keraguanmu
Kutakut tak kan tertambat dikalbumu
Kau hanyalah sebuah mimpi
Mimpi ditidur malamku
mimpi-mimpi yang selalu menemaniku
menghiasi lelapku 
Kini tak kan kutemui mimpiku
saat kuterjaga dari tidurku...
Aku masih sendiri
Dalam sepi yang tak bertepi
Terimakasih walau hanya sesaat
tapi sangat bermakna buatku
kan ku ingat senyummu
kan ku kenang candamu
Kan kusimpan semua yang ada padamu
Di kotak kecil jauh di dasar kalbuku

Laraku Teramat Dicintai


Aku tak kan beranjak pergi
saat kau pinta aku tuk disini
Aku tak kan sembunyi
saat kau beri lara hati
meski raga iklas 
Hati tak bisa pungkiri
Aku ingin bebas.....
tapi,
Tak semudah angin berhembus
tak semudah awan  berarak di langit
Tak semudah ombak riang berkejaran di birunya laut
Tak semudah burung terbang, bebas mengibaskan sayapnya
di luasnya angkasa
Tak ada tali yang menjeratku
tak ada belenggu yang mengikatku
Aku hanya.......
terpenjara sebuah Ego
terkurung kerasnya hati
Aku terperangkap cinta tak bermata
Laraku...teramat dicintai
Egomu membunuh anganku
Egomu membunuh rasaku
Egomu membuatku tak bisa tuk tetap di sini...

J.I.K.A


Jika hidup terpisahkan 
Jika rasa sayang tercampakkan
Raga terasa tak bertuan
Tiada makna.....

Jika hidup tanpa kepastian
Jika jalan tanpa tujuan
Jiwa terasa tak bersukma
Tiada Harapan....

Jika mentari setia menemani
Jika langkah belum terhenti

Hidup masih ada arti
Hidup masih ada mimpi
Mimpi yang kan mengisi hati
Hati yang tak bertepi

Hidup Mesti Berlanjut


Satu-satu kurekatkan
Serpihan hati yang tercecer
Meski untuh tak sekukuh dulu
Dapatkah hidup terus berlanjut
Dengan hati yang terlanjur luka
Akankah langkah terhenti di sini
Aku diam..........
Bimbang perlahan menyergap
putus asa menari di pelupuk mata
Kenapa............
Mestinya raga tak usah bernyawa
Tak sanggup....
Sejuta kenangan tlah tertoreh di lembar jiwa
Jiwa yang terlanjur percaya
Kenapa...........
Jarak dan waktu tak bersahabat
Mengikis segalanya
Mengikis apa yang sudah dibangun bersama
Aku diam.....
Kuhela nafas
Aku harus tegar
Hidup mesti berlanjut
walau tertatih 
Kucoba wujudkan mimpi

WHEN YOU COME


You come.... 
When I am fall
You have to offer love and hope
I doubt
But you give me strong to my heart
You pull me on your hug
My body feels a soul again
Return my dream....
Return my spirit again
But.................
Distance in a thousands miles
Can you beyond to come
To bring love and hope for me??

AKU AKAN RINDU

Bebarapa hari yang lalu 
masih kudengar panggilan sayang 
Mesra.... melambungkan jiwa serasa kasmaran 
tak pernah sepi dalam catatan harianku 
hanya namamu yang tertulis 
disetiap sudut waktuku. 
Di sini aku duduk sendiri 
dengan duniaku yang tak bertepi 
ada yang hilang yang tak pernah kumengerti 
marahkah..... 
mungkin karena ku tak dapat memberikan 
sepenggal cerita yang indah 
aku pahami itu.... 
Tapi..........tahukah kamu 
AKU AKAN RINDU. 
Rindu panggilan sayangmu 
Rindu adamu di setiap waktuku 
Di sini aku duduk sendiri 
menunggumu 
di duniaku yang tak bertepi 

JIKA PUN...


Jika pun hari ini aku gelisah
Tak kan ku katakan pada bintang
Jika pun hari ini aku rindu 
Tak kan ku titipkan pada angin malam
Jika pun aku menyayangimu
Tak kan ku ucapkan berkali-kali pada bulan
Kau tak kan pernah tahu
Rasa ini menyusup begitu dalam
ke setiap relung-relung kalbu yang beku
Meluluhkan jiwa angkuhku
Meruntuhkan dinding kukuhku
Tak semestinya rasa ini singgah di hatiku
Ku kan diam dalam setiap debar jantungku
Tak kan kukatakan itu padamu
Jika pun kau memiliki rasa yang sama
Tak kan kau biarkan ku menunggu di ujung waktu yang tak menentu

MASIH ADA MENTARI


Lembar terakhir bersamamu
masih melukiskan luka
luka yang selalu kau toreh
luka yang selalu kau cabik

kapan pesakitanku akan berakhir
Ini hampir di ujung tahun
Masih mampukah kulalui
sedang aku sudah lelah
Masih mampukah kujalani
sedang aku sudah tak sanggup 

Dapatkah kutemukan
Mentari yang sanggup menghangatkanku
memberiku semangat dan senyuman
diufuk pagi sampai senja hari
Agar ku tegar melangkah meski lelah mendera

Aku kehilangan semuanya
tinggal sisa-sisa yang kumiliki
Sanggupkah ku jalani
meski harus tertatih

Sementara waktu terus berjalan
meninggalkan masa lalu
masa lalu yang kelam
masa yang tak bisa buatku tersenyum

Aku sudah tak sanggup tuk berjalan
tapi tetap kutelusuri jalan
Meski pelan namun pasti

Tuhan.....
ulurkan tanganMU
berikanku kekuatan tuk sampai di ujung jalan
karna kulihat masih ada Mentari
Tersenyum memberiku sebuah harap

Mentariku tetaplah bersinar untukku
kupastikan kukan sampai diujung waktu